INDAHNYA................

INDAHNYA................
KUPU-KUPU

Rabu, 05 September 2012

Filsafat,Filsafat Ilmu Pengetahuan,Ilmu Pengetahuan,Pengetahuan,Sains Biologi dan Agama



Berpikir adalah daya paling utama dan merupakan cirri khas yang membedakan manusia dari hewan. Manusia dapat berpikir karena mempunyai bahasa. Dengan bahasa manusia dapat memberi nama kepada segala sesuatu yang ada di alam semesta, baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan. Dengan demikian, segala sesuatu yang pernah diamati dan dialami dapat disimpannya,menjadi tanggapan-tanggapan dan pengalaman-pengalaman yang kemudian diolahnya (berpikir) menjadi pengertian-pengertian bermakna. Dengan singkat,karena memiliki dan mampu berbahasa maka manusia berpikir. Kita berpikir untuk menemukan pemahaman dari rasa keingintahuan kita terhadap sesuatu.
Pengetahuan dimulai dari rasa ingin tahu yang besar, kepastian dimulai dengan  rasa  ragu-ragu dan filsafat dimulai dengan kedua-duanya. Berfilsafat didorong untuk mengetahui apa yang telah kita tahu dan apa yang belum kita tahu.Berfilsafat kesemestaan yang seakan tidak terbatas ini. Demikian juga berfilsafat berartimengoreksi diri, semacam keberanian berterus terang, seberapa jauh sebenarnya kebenaran yang dicari telah kita jangkau.
Filsafat, terutama Filsafat barat muncul di Yunani semenjak kira-kira abad ke7 SM. Filsafat muncul ketika orang-orang mulai memikirkan dan berdiskusi akan keadaan alam, dunia, dan lingkungan di sekitar mereka dan tidak menggantungkan diri kepada (agama) lagi untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini.Filsafat adalah studi tentang seluruh fenomena kehidupan dan pemikiran manusia secara kritis dan dijabarkan dalam konsep mendasar. Filsafat tidak didalami dengan melakukan eksperimen-eksperimen dan percobaan-percobaan, tetapi dengan mengutarakan masalah secara persis, mencari solusi untuk itu, memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu. Akhir dari proses-proses itu dimasukkan  ke dalam sebuah proses dialektika. Untuk studi falsafat, mutlak diperlukan logika berpikir dan logika bahasa.
Dalam makalah ini akan dibahas tentang pengertian filsafat, filsafat  ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan, pengetahuan, sains biologi serta agama.    

A. F ILSAFAT
1. Pengertian Filsafat
Istilah  filsafat berasal dari bahasa Yunani “Philosophia” yang dalam perkembangan berikutnya dikenal di dalam bahasa lain yaitu : philosophie (Jerman,Belanda dan     Perancis) ;philosophy (Inggris) ;philoshophia (Latin) dan falsafah (Arab).
Kata filsafat berasal dari 2 kata yaitu  “philos” dan “Sophia”.Philos artinya cinta yang sangat mendalam, dan  Sophia artinya kearifan atau kebijakan,Jadi,arti filsafat secara harfiah adalah cinta yang sangat mendalam terhadap kearifan atau kebijakan.
Para filsuf memberi  batasan filsafat pada umumnya berbeda satu sama lain.Tiap-tiap filsuf memiliki rumusan atau batasan tersendiri tentang filsafat.Batasan filsafat dapat ditinjau dari dua segi yang secara etimologi dan secara terminology.
Secara etimologi istilah filsafat berasal dari bahasa Arab, yaitu falsafah. Adapula yang berpendapat bahwa istilah tersebut berasal dari bahasa Inggris yaitu philosophy.Kedua istilah tersebut berakar kepada bahasa Yunani yaitu philosophia.
Pengertian filsafat secara terminologi sangat berguna.Dalam hal ini para filsuf merumuskan pengertian filsafat sesuai dengan kecenderungan pemikiran  kefilsafatan yang dimilikinya.Para filsuf telah merumuskan pengertian filsafat sebagai berikut :
a . Plato
            Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran yang asli.

b. Aristoteles
            Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik dan estetika (filsafat keindahan).
c. Al Farabi
Filsafat adalah ilmu tentang alam maujud bagaimana hakikat yang sebenarnya.
d. Rene Descartes
            Filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan di mana Tuhan ,alam dan manusia menjadi pokok penyelidikannya.  
e. Immanuel Kant
Filsafat adalah ilmu yang menjadi pokok pangkal dari segala pengetahuan, yang di dalamnya tercakup masalah epistemology yang menjawab persoalan apa yang dapat kita ketahui? Masalah etika yang menjawab persoalan apa yang harus kita kerjakan? Masalah ke-Tuhanan yang menjawab persoalan harapan kita dan masalah manusia.
f. Hasbullah Bakry
          Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ke-Tuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah mencapai pengetahuan itu.
          Rumusan tentang filsafat sebagaimana diuraikan di atas pada prinsipnya menegaskan bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki dan memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan sungguh-sungguh, radikal sehingga mencapai hakikat segala situasi tersebut.

2. Ciri dan Sifat Permasalahan Filsafat
    a. Tidak menyangkut fakta. Pertanyaan-pertanyaan kefilsafatan tidak merupakan   pertanyaan     tentang hal-hal yang bersifat factual.
   b. Menyangkaut keputusan-keputusan tentang nilai. Pertanyaan-pertanyaan atau persoalan filsafat merupakan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan keputusan-keputusan tentang nilai-nilai. Dalam kaitan ini dapat dirumuskan bahwa filsafat bukanlah memikirkan tentang fakta-fakta, akan tetapi suatu aktivitas untuk mencapai kebijaksanaan.
   c. Pertanyaan filsafat bersifat kritis. Salah satu tugas utama filsuf adalah mengkaji dan menilai asumsi-asumsi dan menentukan batas-batas aplikasinya. Dengan demikian untuk sebagian filsafat merupakan suatu kegiatan terhadap konsep-konsep dan makna-makna yang dalam suatu segi tertentu biasa diterima secara tanpa koreksi lebih lanjut.
   d. Pertanyaan kefilsafatan bersifat spekulatif. Pertanyaan-pertanyaan kefilsafatan melampaui batas-batas pengetahuan yang telah mapan. Para filsuf  berusaha untuk menduga kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi yang berada di luar pengetahuan  saat ini.
   e. Pertanyaan kefilsafatan  bersifat  sinoptik atau wholistik, dengan pertanyaan seperti ini berarti filsafat memandang suatu masalah secara integral. Pemikiran kefilsafatan berusaha menyatupadukan dan mengeneralisasi segi-segi dari benda-benda atau hal-hal tertentu.
   
3. Karakteristik Pemikiran Kefilsafatan
          Pemikiran kefilsafatan memiliki cirri-ciri khas (karakteristik) tertentu, sebagian besar filosuf berbeda pendapat mengenai karakteristik pemikiran kefilsafatan. Apabila perbedaan pendapat tersebut dipahami secara teliti dan mendalam, maka karakteristik pemikiran kefilsafatan tersebut terdiri dari:
Integralistik (menyeluruh); mendasar (fundamental); dan spekulatif.
a.   Menyeluruh, artinya pemikiran yang luas, pemikiran yang meliputi beberapa sudut pandangan. Pemikiran kefilsafatan meliputi beberapa cabang ilmu, dan pemikiran semacam ini ingin mengetahui hubungan antara cabang ilmu yang satu dengan yang lainnya. Integralitas pemikiran kefilsafatan juga memikirkan hubungan ilmu dengan moral, seni dan pandangan hidup.
b.    Mendasar, artinya pemikiran mendalam sampai kepada hasil fundamental (keluar dari gejala). Hasil pemikiran tersebut  dapat dijadikan dasar berpijak segenap nilai dan masalah-masalah keilmuan (science).
c.    Spekulatif, artinya hasil pemikiran yang diperoleh dijadikan dasar bagi pemikiran-pemikiran selanjutnya dan hasil pemikirannya selalu dimaksudkan sebagai medan garapan (obyek) yang baru pula. Keadaan ini senantiasa bertambah dan berkembang meskipun demikian bukan berarti hasil pemikiran kefilsafatan itu meragukan, karena   tidak pernah selesai seperti ilmu-ilmu diluar filsafat.

4. Persoalan Filsafat
       Ada enam persoalan yang selalu menjadi perhatian para filsuf yaitu : ada, pengetahuan, metode, penyimpulan moralitas, dan keindahan. Keenam persoalan tersebut memerlukan jawaban secara radikal, dan tiap-tiap persoalan menjadikan salah satu cabang filsafat.
a.       Persoalan tentang “ ada “(being) menghasilkan cabang filsafat metafisika yaitu kajian tentang sifat paling dalam dan radikal dari kenyataan.
b.   Persoalan tentang “ Pengetahuan “ (Knowledge) menghasilkan cabang filsafat epistomologi, yaitu filsafat pengetahuan yang mengkaji secara mendalam dan radikal tentang asal mula pengetahuan, struktur, metode dan validitas pengetahuan.
c.   Persoalan tentang “Metode”(Method) menghasilkan cabang filsafat metologi yaitu mengkaji penyusunan secara sistematik dari beberapa proses dan  asas-asas logis dan percobaan yang sistematis yang menuntun suatu penelitian dan kajian ilmiah.
d.   Persoalan tentang “Penyimpulan” menghasilkan cabang filsafat logika(logis) yaitu kajian mengenai aturan-aturan penalaran yang benar.
e.       Persoalan tentang “Moralitas”(Morality) menghasilkan cabang filsafat etika(ethics),yang menghendaki adanya ukuran yang bersifat universal. Dalam hal ini berarti berlaku untuk semua orang dan setiap saat, jadi tidak dibatasi oleh ruang dan waktu.
f.        Persoalan tentang keindahan menghasilkan cabang filsafat Estetika(aesthetics) yaitu kajian mengenai keindahan dan ketidakindahan.

B. FILSAFAT ILMU PENGETAHUAN
          Filsafat ilmu pengetahuan merupakan suatu bidang studi filsafat yang objek materinya berupa ilmu pengetahuan dalam berbagai jenis,bentuk dan sifatnya.Jadi meliputi pluralitas ilmu pengetahuan. Adapun objek formanya berupa hakekat ilmu pengetahuan. Jenis-jenis ilmu pengetahuan menurut objeknya dapat diklasifikasikan ke dalam ilmu pengetahuan :
a.       Ilmu pengetahuan Humaniora dengan objek materi manusia
b.      Ilmu pengetahuan Social dengan objek materi sosiologi

Filsafat ilmu pengetahuan adalah sebuah upaya pemikiran mendalam untuk memahami makna, metode, struktur logis dari ilmu pengetahuan, terutama dengan analisis kriteria, konsep-konsep dan teori- teori yang ada di dalam ilmu pengetahuan, serta efek- efeknya bagi pengetahuan manusia dan dampaknya pada refleksi etis tentang berbagai problema serta aksesnya dalam kehidupan manusia.Filsaafat ilmu pengetahuan bersifat analitis dan reflektif, bukan empiris dan eksperimental.
Filsafat ilmu pengetahuan bertujuan : 
a.  Mengembangkan ilmu pengetahuan ,tehnologi dan perindustrian dalam batasan otologis. Dengan paradigm otologis diharapkan dapat mendorong pertumbuhan wawasan spiritual keilmuan yang mampu mengatasi bahaya sekularisme ilmu pengetahuan. 
b. Mengembangkan ilmu pengetahuan , tehnologi dan perindustrian dalam batasan epistemologis. Dengan paradigm epistemologis, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan wawasan intelektual keilmuwan yang mampu membentuk sikap ilmiah. 
c. Mengembangkan ilmu pengetahuan, tehnologi dan perindustrian dalam batasan nilai etis. Dengan paradigma etis, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan perilaku adil yang mampu membentuk moral tanggung jawab sehingga pemberdayaan ilmu pengetahuan dan tehnologi semata- mata hanya untuk kelangsungan kehidupan yang adil dan berkebudayaan.
       Jadi Filsafat ilmu pengetahuan sangatlah tepat dijadikan landasan pengembangan ilmu pengetahuan. Karena filsafat ilmu pengetahuan sebuah upaya pemikiran mendalam untuk memahami makna, metode, struktur logis dari ilmu pengetahuan.

C. ILMU PENGETAHUAN
1.       Pengertian Ilmu Pengetahuan
Pengertian ilmu   yang terdapat dalam kamus Bahasa Indonesia adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu (Admojo, 1998). Mulyadhi Kartanegara mengatakan ilmu adalah any organized knowledge. Ilmu dan sains menurutnya tidak berbeda, terutama sebelum abad ke-19, tetapi setelah itu sains lebih terbatas pada bidang-bidang fisik atau inderawi, sedangkan ilmu melampauinya pada bidang-bidang non fisik, seperti metafisika.   
Adapun beberapa definisi ilmu menurut para ahli seperti yang dikutip oleh Bakhtiar tahun 2005 diantaranya  adalah :
Ø  Mohamad Hatta, mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya, maupun menurut kedudukannya tampak dari luar, maupun menurut bangunannya dari dalam.
Ø  Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag, mengatakan ilmu adalah yang empiris, rasional, umum dan sistematik, dan ke empatnya serentak.
Ø  Karl Pearson, mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana.
Ø  Ashley Montagu, menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengamatan, studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji.
Ø  Harsojo menerangkan bahwa ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan dan suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu, dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia. Lebih lanjut ilmu didefinisikan sebagai suatu cara menganalisis yang mengijinkan kepada ahli-ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk : “ jika .... maka “.
Ø  Afanasyef, menyatakan ilmu adalah manusia tentang alam, masyarakat dan pikiran. Ia mencerminkan alam dan konsep-konsep, katagori dan hukum-hukum, yang ketetapannya dan kebenarannya diuji dengan pengalaman praktis.

Berdasarkan definisi di atas terlihat jelas ada hal prinsip yang berbeda antara ilmu dengan pengetahuan. Pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun, baik mengenai matafisik maupun fisik. Dapat juga dikatakan pengetahuan adalah informasi yang berupa common sense,  tanpa memiliki metode, dan mekanisme tertentu. Pengetahuan berakar pada adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulangan-pengulangan. Dalam hal ini landasan pengetahuan kurang kuat cenderung kabur dan samar-samar. Pengetahuan  tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dahulu.  Pencarian pengetahuan lebih cendrung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka (Supriyanto, 2003). Menggunakan logika deduktif. Premis dan proposisi sebelumnya menjadi acuan berpikir rasionalisme.Kelemahan logika deduktif ini sering pengetahuan yang diperoleh tidak sesuai dengan fakta.  
Secara lebih jelas ilmu seperti sapu lidi, yakni sebagian lidi yang sudah diraut dan dipotong ujung dan pangkalnya kemudian diikat, sehingga menjadi sapu lidi. Sedangkan pengetahuan adalah lidi-lidi yang masih berserakan di pohon kelapa, di pasar, dan tempat lainnya yang belum tersusun dengan baik.

2  Karakteristik Ilmu Pengetahuan

Sejarah membuktikan bahwa dengan metode ilmu pengetahuan telah membawa manusia pada kemajuan dalam pengetahuannya. Kemajuan dalam karena beberapa karakteristik yang dimiliki oleh ilmu pengetahuan. Dalam hal ini  Randall dan Buchker (1942) mengemukakan beberapa ciri umum ilmu pengetahuan :

a.    Hasil ilmu pengetahuan bersifat akumulatif dan merupakan milik bersama. Artinya, hasil ilmu pengetahuan yang lalu dapat dipergunakan untuk penyelidikan dan penemuan hal-hal yang baru, dan tidak menjadi monopoli  bagi yang menemukannya saja.
b.      Hasil ilmu pengetahuan kebenarannya tidak mutlak, dan bisa terjadi kekeliruan, karena  yang menyelidikinya adalah manusia. Tetapi perlu disadari bahwa kesalahan- kesalahan bukan karena metode, melainkan terletak pada manusia yang menggunakan metode tersebut.
c.   Sains bersifat objektif, artinya prosedur kerja atau cara penggunaan metode sains tidak tergantung pada pemahaman secara pribadi.
       Selanjutnya Ralph Ross dan Ernest Van den Haag (Harsojo,1977), mengemukakan ciri- ciri ilmu pengetahuan, yaitu :
a.     a    Bersifat rasional, karena hasil dari proses berfikir dengan menggunakan akal (ratio)
b.    b.  Bersifat empiris, karena diperoleh dari  sekitar pengalaman oleh pancaindera.
c.     c.  Bersifat umum, karena hasilnya dapat dipergunakan oleh semua matnusia tanpa kecuali.
d.   d. Bersifat akumulatif, artinya dapat dipergunakan untuk dijadikan objek penelitian berikutnya
3..Perbedaan Filsafat dengan Ilmu Pengetahuan.
Terdapat perbedaan yang hakiki antara filsafat dan ilmu pengetahuan, diantaranya :
a.       Ilmu pengetahuan bersifat analisis dan hanya menggarap salah satu pengetahuan sebagai objek formalnya . filsafat bersifat pengetahuan synopsis, artinya melihat segala sesuatu dengan menekankan secara keseluruhan, karena keseluruhan memiliki sifat tersendiri yang tidak ada pada bagian- bagiannya.
b.      Ilmu pengetahuan bersifat deskriptif tentang objeknya agar dapat menemukan fakta- fakta, netral dalam arti tidak memihak pada etik tertentu.Filsafat tidak hanya menggambarkan sesuatu , melainkan membantu manusia untuk mengambil putusan- putusan tentang tujuan  nilai- nilai dan tentang apa- apa yang harusdipeerbuat manusia.Filsafat tidak netral, karena factor- factor subjektif  peranan yang penting dalam berfilsafat.
c.       Ilmu pengetahuan mengawali kerjanya dengan bertolak dari sesuatu asumsi yang tidak perlu diuji, sudah diakui dan diyakini kebenarannya.Filsafat bisa merenungkan kembali asumsi- asumsi yang telah ada untuk dikaji ulang tentang kebenaran asumsi . Jadi filsafat dapat meragukan setiap asumsi yang ada, dimana oleh ilmu pengetahuan telah diyakini kebenarannya.
d.      Ilmu pengetahuan menggunakan eksperimentasi terkontrol sebagai metode yang khas..Verifikasi terhadap teori dilakukan dengan jalan menguji dalam praktek berdasarkan metode-metode yang empiris. Selain menghasilkan suatu konsep atau teori , filsafat dapat juga menggunakan akal pikiran yang didasarkan pada semua pengalaman insane, sehingga dengan demikian, filsafat dapat menelaah yang tidak dicarikan penyelesaiannya oleh sains.
      Jelaslah, bahwa perbedaan antara filsafat dan ilmu pengetahuan bertolak dari dunia fakta sedangkan filsafat bertolak dari dunia nilai, artinya selalu menghubungkan masalah dengan makna keseluruhan hidup, walaupun kedua bidang aktivitas manusia itu sif atnya kognitif. Jadi , ilmu pengetahuan berhubungan dan mempersoalkan fakta- fakta yang factual, diperoleh dengan mengadakan eksperimen, observasi, dan verivikasi, hanya berhubungan dengan sebagian dari aspek kehidupan, sedangkan filsafat mencoba berhubungan dengan keseluruhan pengalaman, untuk memperoleh suatu pandangan yang lebih komprehensif dan bermakna tentang sesuatu.
4. Persamaan Filsafat dan Ilmu Pengetahuan
Selain terdapat beberapa perbedaan antara filsafat dan sains, terdapat pula beberapa persamaan antara keduanya,  yaitu :
a.       Keduanya menggunakan metode berfikir reflektif (reflective thinking) dalam menghadapi fakta- fakta dunia dan hidup.
b.      Keduanya menunjukkan sikap kritis dan terbuka, dan memberikan perhatian yang tidak berat sebelah terhadap kebenaran.
c.       Keduanya tertarik terhadap pengetahuan yang terorganisasi dan tersusun secara
d.      Ilmu pengetahuan membantu filsafat dalam mengembangkan sejumlah bahan- bahan deskriptif dan factual serta esensial bagi pemikiran filsafat.
e.       Ilmu pengetahuan mengkoreksi filsafat dengan jalan menghilangkan sejumlah ide- ide yang bertentangan dengan pengetahuan ilmiah.
f.       Filsafat merangkum pengetahuan yang terpotong-potong, yang menjadikan beraneka macam sains dan yang berbeda serta menyusun bahan –bahan tersebut kedalam suatu pandangan tentang hidup dan dunia yang lebih menyeluruh dan terpaadu.
5.  Kelebihan dan Kekurangan Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan dalam perkembangannya telah menghasilkan tehnologi.Tidak bisa disangkal bahwa ilmu pengetahuan telah banyak memberikan sumbangannya terhadap kehidupan umat manusia, misalnya dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi .kedokteran, ilmu pengethuan dan teknologi komunikasi dan informasi. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan manusia dapat bergerak atau bertindak dengan cermat dan tepat,efektif dan efisien, karena ilmu pengetanuan dan teknologi merupakan hasil kerja pengalaman, observasi, eksperimen , dan verifikasi
Selain ilmu pengetahuan memiliki kelebihan, terdapat pula beberapa kekurangan secara konseptual dan esensial,mungkin dianggap berbahaya, karena :
a.       Bersifat objektif,menyampingkan penilaian yang sifatnya subjektif.Ilmu pengetahuan menyampingkan tujuan hidup, sehingga dengan demikian IPTEK tidak bisa dijadikan
b.      Manusia hidup dalam kurun waktu yang panjang. Jika ia terbenam dalam dunia fisik, maka akan hampa dari makna dalam hidup yang penuh arti ini. Oleh karena itu ilmu pengetahuan memerlukan pendamping dalamoperasinya, selain filsafat untuk memberikan nilaai- nilai hidup, yang paling penting adalah agama yang memiliki kebenaran dan nilai- nilai hidup yang mutlak. Menurut Albert Einsten,” ilmu pengetahuan tanpa agama lumpuh, dan agama tanpa ilmu pengetahuan adalah buta (science without religion is lame,  religion without science is blind)”.
D. PENGETAHUAN
Kita pasti sering mendengar atau membaca kata “pengetahuan” dari berbagai media massa , seperti televisi, radio, surat kabar atau koran, tabloid, majalah. Persoalannya adalah apa yang dimaksud dengan pengetahuan itu? Atau apa pengertian pengetahuan itu? Dalam hal ini akan dikemukakan pengertian pengetahuan menurut ahli atau pakar.
Berikut ini merupakan beberapa pengertian pengetahuan (knowledge) menurut ahli atau pakar sebagai berikut :.
1. Menurut pendapat Gordon (1994 : 57) pengertian pengetahuan adalah struktur organisasi pengetahuan yang biasanya merupakan suatu fakta prosedur dimana jika dilakukan akan memenuhi kinerja yang mungkin.
2. Menurut pendapat Nadler (1986 : .62) pengertian pengetahuan adalah proses belajar manusia mengenai kebenaran atau jalan yang benar secara mudahnya mengetahui apa yang harus diketahui untuk dilakukan.
Lebih lanjut Gordon (1994 : 50) mengatakan
Bahwa pengetahuan (knowledge) merupakan dasar kebenaran atau fakta yang harus diketahui dan diterapkan dalam pekerjaan
Menurut pendapat Kraiger (1993 : 28) pada dasarnya pengetahuan (knowledge) dapat dibagi menjadi dua bagian yang saling berhubungan, yaitu:
1. Theoritical Knowledge
Pengetahuan dasar yang dimiliki karyawan seperti prosedur bekerja, moto dan misi perusahaan serta tugas dan tanggung jawab, informasi-informasi lainnya yang diperlukan dan yang diperoleh baik secara formal (sekolah, universitas) maupun dari non formal (pengalaman-pengalaman)
2. Practical Knowledge
Pengetahuan yang diberikan kepada karyawan dengan tujuan untuk memahami bagaimana dan kapan karyawan bersikap dan bertindak dalam menghadapi berbagai masalah dan penerapan prosedur kerja berdasarkan dari pengetahuan secara teori maupun dari pengalaman-pengalaman yang terjadi.
– Menurut Notoatmodjo 2007, Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini setelah orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagaian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telingan. Dalam wikipedia dijelaskan; Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip dan prosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna.
Menurut pendekatan kontruktivistis, pengetahuan bukanlah fakta dari suatu kenyataan yang sedang dipelajari, melainkan sebagai konstruksi kognitif seseorang terhadap obyek, pengalaman, maupun lingkungannya. Pengetahuan bukanlah sesuatu yang sudah ada dan tersedia dan sementara orang lain tinggal menerimanya. Pengetahuan adalah sebagai suatu pembentukan yang terus menerus oleh seseorang yang setiap saat mengalami reorganisasi karena adanya pemahaman-pemahaman baru.
Dalam pengertian lain, pengetahuan adalah pelbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan akal. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGETAHUAN DALAM DIRI SESEORANG
1.Pendidikan
Pendidikan adalah suatu usaha untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan mempengaruhi proses belajar, makin tinggi pendidikan seeorang makin mudah orang tersebut untuk menerima informasi. Dengan pendidikan tinggi maka seseorang akan cenderung untuk mendapatkan informasi, baik dari orang lain maupun dari media massa. Semakin banyak informasi yang masuk semakin banyak pula pengetahuan yang didapat tentang kesehatan. Pengetahuan sangat erat kaitannya dengan pendidikan dimana diharapkan seseorang dengan pendidikan tinggi, maka orang tersebut akan semakin luas pula pengetahuannya. Namun perlu ditekankan bahwa seorang yang berpendidikan rendah tidak berarti mutlak berpengetahuan rendah pula. Peningkatan pengetahuan tidak mutlak diperoleh di pendidikan formal, akan tetapi juga dapat diperoleh pada pendidikan non formal. Pengetahuan seseorang tentang sesuatu obyek juga mengandung dua aspek yaitu aspek positif dan negatif. Kedua aspek inilah yang akhirnya akan menentukan sikap seseorang terhadap obyek tertentu. Semakin banyak aspek positif dari obyek yang diketahui, akan menumbuhkan sikap makin positif terhadap obyek tersebut .
2.Informasi / Media Massa
Informasi yang diperoleh baik dari pendidikan formal maupun non formal dapat memberikan pengaruh jangka pendek (immediate impact) sehingga menghasilkan perubahan atau peningkatan pengetahuan. Majunya teknologi akan tersedia bermacam-macam media massa yang dapat mempengaruhi pengetahuan masyarakat tentang inovasi baru. Sebagai sarana komunikasi, berbagai bentuk media massa seperti televisi, radio, surat kabar, majalah, dan lain-lain mempunyai pengaruh besar terhadap pembentukan opini dan kepercayan orang. Dalam penyampaian informasi sebagai tugas pokoknya, media massa membawa pula pesan-pesan yang berisi sugesti yang dapat mengarahkan opini seseorang. Adanya informasi baru mengenai sesuatu hal memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya pengetahuan terhadap hal tersebut.
3.Sosial budaya dan ekonomi
Kebiasaan dan tradisi yang dilakukan orang-orang tanpa melalui penalaran apakah yang dilakukan baik atau buruk. Dengan demikian seseorang akan bertambah pengetahuannya walaupun tidak melakukan. Status ekonomi seseorang juga akan menentukan tersedianya suatu fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan tertentu, sehingga status sosial ekonomi ini akan mempengaruhi pengetahuan seseorang.
4.Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar individu, baik lingkungan fisik, biologis, maupun sosial. Lingkungan berpengaruh terhadap proses masuknya pengetahuan ke dalam individu yang berada dalam lingkungan tersebut. Hal ini terjadi karena adanya interaksi timbal balik ataupun tidak yang akan direspon sebagai pengetahuan oleh setiap individu.
5. Pengalaman
Pengalaman sebagai sumber pengetahuan adalah suatu cara untuk memperoleh kebenaran pengetahuan dengan cara mengulang kembali pengetahuan yang diperoleh dalam memecahkan masalah yang dihadapi masa lalu. Pengalaman belajar dalam bekerja yang dikembangkan memberikan pengetahuan dan keterampilan professional serta pengalaman belajar selama bekerja akan dapat mengembangkan kemampuan mengambil keputusan yang merupakan manifestasi dari keterpaduan menalar secara ilmiah dan etik yang bertolak dari masalah nyata dalam bidang kerjanya.
6. Usia
Usia mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin bertambah usia akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya, sehingga pengetahuan yang diperolehnya semakin membaik. Pada usia madya, individu akan lebih berperan aktif dalam masyarakat dan kehidupan sosial serta lebih banyak melakukan persiapan demi suksesnya upaya menyesuaikan diri menuju usia tua, selain itu orang usia madya akan lebih banyak menggunakan banyak waktu untuk membaca. Kemampuan intelektual, pemecahan masalah, dan kemampuan verbal dilaporkan hampir tidak ada penurunan pada usia ini. Dua sikap tradisional mengenai jalannya perkembangan selama hidup :
Ø  Semakin tua semakin bijaksana, semakin banyak informasi yang dijumpai dan semakin banyak hal yang dikerjakan sehingga menambah pengetahuannya.
Ø  Tidak dapat mengajarkan kepandaian baru kepada orang yang sudah tua karena mengalami kemunduran baik fisik maupun mental. Dapat diperkirakan bahwa IQ akan menurun sejalan dengan bertambahnya usia, khususnya pada beberapa kemampuan yang lain seperti misalnya kosa kata dan pengetahuan umum. Beberapa teori berpendapat ternyata IQ seseorang akan menurun cukup cepat sejalan dengan bertambahnya usia.
E. SAINS BIOLOGI DAN PENDIDIKAN BIOLOGI
1 Pengertian Sains biologi
Biologi berasal dari bahasa Yunani yaitu ,”Bios” yang artinya hidup dan “Logos” yang artinya ilmu.Jadi biologi adalah ilmu yang mempelajari sesuatu yang hidup beserta masalah- masalah yang menyangkut kehidupan. Objek kajian biologi sangat luas dan mencakup semua mahluk hidup. Kaarenanya dikenal berbagai cabang ilmu biologi.
            Berikut ini adalah pengertian dan defenisi biologi  dari beberapa ahli, antara lain :
a.                a.           Campbell ,Reece, dan Mitchell
Biologi adalah ilmu yang paling sulit dari semua bidang sains, sebagian karena system mahluk hidup sangatlah kompleks dan sebaagian krn biologi adalah ilmu multidisipliner yang membutuhkan pengetahuan kimia, fisika , dan matematika
     b.   Rikky Firmansyah, dkk
            Biologi merupakan ilmu pengetahuan mahluk hidup dan kehidupan
     c.    Wijaya jati
            Biologi merupakan sains mahluk hidup.Biologi menitikberatkan kajian ilmu mengenai
            mahluk hidup dan kehidupannya.
      d.   Oman Karmana
            Biologi merupakan ilmu yang dapat menunjang ilmu-ilmu lainnya dalam memecahkan
            suatu permasalahan.
      e.   Deswaty Furqonita
            Biologi merupakan ilmu yang mempelajari dan mengkaji segala sesuatu tentang mahluk
            hidup.
      f.    Fiktor Ferdinand dan Moekti Ariwibowo
            Biologi adalah ilmu tentang mahluk hidup beserta lingkungannya.Biologi memiliki
            cabang- cabang tersendiri yang mempelajari lebih spesifik lagi tentang mahluk hidup.
      g.   Fuad Izzudin dan Tajudin
            Biologi adalah ilmu yang mempelajari sesuatu yang hidup beserta masalah- masalah yang
            menyangkut hidupnya.
     h.   Bagod Sudjudi dan Siti Laila
            Biologi merupakan bagian dari sains yang mengkaji tentang mahluk hidup dan
            lingkungannya
2. Karakteristik Ilmu Biologi
Biologi mempelajari tentang mahluk hidup, bagaimana interaksinya satu sama lain , dan bagaimana interaksinya dengan lingkungan. Karakteristik ilmu biologi ditentukan oleh objek yang dipelajari dan permasalahan yang dikaji.
Objek yang dipelajari dalam ilmu biologi adalah mahluk hidup. Mahluk hidup memiliki karakteristik tersendiri jika dibanding dengan objek sains lainnya. Berikut ini adalah karakteristik dasar mahluk hidup.
a.  -     Mahluk hidup disusun oleh sel
b. -     Mahluk hidup mengalami pertumbuhan dan perkembangan
c. -      Mahluk hidup melakukan proses metabolism
d.-      Mahluk hidup memberikan respons terhadap rangsang
e. -      Mahluk hidup melakukan reproduksi
f.    -   Mahluk hidup mampu beradaptasi dengan lingkungan
     Mahluk hidup mempunyai struktur yang sangat bervariasi. Struktur kehidupan tersusun mulai dari yang paling sederhana , yaitu molekul,sel, jaringan, organ, individu, populasi, komunitas, sampai yang paling luas dan paling kompleks yaitu bioma. Oleh karena itu, kajian terhadap mahluk hidup dilakukan secara hierarkis, mulai dari molekul hingga bioma.
Menurut BSCS (Biological Science Curriculum Study), berdasarkan struktur keilmuan, terdapat 3 objek biologi, yaitu kingdom Protista, Plantae, dan Animalia. Kawasan kajian dalam biologi meliputi 9 tema permasalahan, yaitu :
a.       Biologi sebagai proses inkuiri(penyelidikan)
b.      Sejarah konsep biologi
c.       Evolusi
d.      Keanekaragaman dan keseragaman
e.       Genetika dan kelangsungan hidup
f.       Organism dan lingkungan
g.      Perilaku
h.      Struktur dan fungsi
i.        Regulasi
 Biologi termasuk salah satu ilmu tertua yang telah dikenal sejak zaman prasejarah. Ilmu ini dapat dibagi menjadi beberapa cabang ilmu, antara lain botani, zoologi, morfologi, dan fisiologi. Kajian biologi telah meluas ke ilmu-ilmu lain sehingga melahirkan beberapa cabang ilmu baru seperti biokimia dan biofisika.Cabang- cabang biologi sangat banyak contohnya botani,zoology, evolusi, embriologi genetika, klasifikasi,taksonomi,anatomi,fisiologi,morfogi,bakteriologi, palaentologi, ekologi, bioteknologi serta teralogi.                                                                            
Sebagai ilmu pengetahuan, biologi tidak berdiri sendiri melainkan erat hubungannya dengan ilmu-ilmu pengetahuan yang lain, bahkan besar peranannya bila dikaitkan dengan kebutuhan manusia. Biologi modern mampu membuka tabir rahasia alam yang banyak dijumpai dalam alam kehidupan dan sangat berguna bagi kemajuan dan kesejahteraan manusia. Peranan biologi terhadap ilmu-ilmu lain, yaitu biologi sebagai ilmu pengetahuan tentu tidak dapat berdiri sendiri melainkan berhubungan erat dengan ilmu-ilmu lain. Sifat hubungan itu kadangkala biologi merupakan sumber atau bagian terpenting, tapi sering juga berupa pelengkap dalam memahami suatu ilmu pengetahuan (Suwarno, 2009).
Pendidikan biologi dapat dimaknai sebagai upaya untuk membelajarkan biologi sebagai suatu ilmu pengetahuan dalam suatu pembelajaran formal di sekolah maupun nonformal dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan biologi perlu dimaknai secara luas dan mendalam, yakni bukan hanya pemahaman dalam penguasaan teori dan konsep dalam ilmunya, tetapi juga lebih dari itu yang terpenting mampu menyentuh aspek sosial yang implementasinya bisa langsung dirasakan manfaatnya dalam kehidupan. Misalnya, membelajarkan kepada anak untuk berperilaku bersih dan sehat yang peduli akan lingkungan dan menyayangi alam sekitarnya sebagai bentuk implementasi nyata pendidikan biologi.
3 . Manfaat dan bahaya perkembangan Biologi
Kemajuan biologi yang demikian  harus diimbangi dengan iman dan takwa, sehingga kemajuan ilmu dan teknologi tidak disalahgunakan yang justru membahayakan kehidupan manusia. Dengan belajar biologi sebagai sains diharapkan kita memiliki keterampilan sains dan berikap ilmiah. Seseorang yang memiliki dan mengamalkan pengetahuan biologi akan bersikap dan bertindak berbeda terhadap berbagai persoalan hidup dan kehidupan. Peran utama biologi dalam kehidupan membentuk manusia yang sadar terhadap hidup dan kehidupan dalam lingkungannya.
Biologi telah menolong manusia di dunia dari berbagai malapetaka seperti wabah penyakit dan kelaparan. Dengan biologi, ilmuwan mengetahui bagaimana penyakit dapat menyebar dan menular sehingga memudahkan cara menanggulanginya dan memberantapenyakit tersebut. Demikian juga biologi telah membuat orang menyadari pentingnya memilih makanan yang baik dan bergizi untuk pertumbuhan dan kesehatan tubuhnya. Berbagai macam obat- obatan antibiotic serta anti infeksi, telah menyelamatkan jutaan manusia dari kematian telah ditemukan, juga melalui pengetahuan biologi.
Di Indonesia , kebutuhan bahan makanan tercukupi berkat pengetahuan biologi, yaitu penemuan unggul, cara menanam, cara pemeliharaan, dan juga pemberantasan hama dengan menggunakan hama transgenik.
Pengetahuan  biologi telah mengajarkan kepada kita cara menjaga dan melestarikan flora dan fauna yang merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang tak ternilai harganya. Manusia juga dapat melestarikan penyediaan bahan makanan pokok seperti karbohidrat, protein, lemak dan vitamin yang berasal dari hewan maupun tumbuhan, demikian juga penyediaan sandang dan pangan.
Namun dengan pengetahuan biologi pula manusia memanfaatkan kekayaan alam tanpa memperhatikan keutuhan ekosistem, sehingga tatanan lingkungan rusak dan mengakibatkan banjir yang merenggut puluhan jiwa manusia. Demikian juga penggunaan bibit unggul mengakibatkan berkurangnya keanekaragaman hayati, penggunaan pestisida dalam waktu lama yang menyebabkan hama menjadi resisten dan sisa pestisida yang mencemari lingkungan. Penggunaan senjata biologi berupa bakteri pathogen dalam sampul surat yang terjadi dinegara maju dapat mengakibatkan manusia tertular penyakit yang mematikan.
4. Hubungan Biologi dengan Filsafat Ilmu Pengetahuan
Adanya filsafat  pengetahuan yang mengkritisasi dan memikirkan efek- efek ilmu biologi dan perkembangannya bagi pengetahuan manusia dan dampaknya pada refleksi etis tentang berbagai problema serta akses pemanfaatannya dalam kehidupan manusia, maka biologi dapat bermanfaat secara efektif dalam kehidupan umat manusia atau dengan kata lain, filsafat ilmu pengetahuan merupakan kajian secara mendalam dan secara spesifik tentang hakekat ilmu seperti objek apa yang dikaji ilmu, bagaimana cara memperoleh ilmu, bagaimana ilmu dapat digunakan, bagaimana kaitan penggunaan ilmu dengan kaidah-kaidah moral kehidupan.

F. AGAMA
1. Pengertian Agama
Istilah agama, memiliki pengertian yang sama dengan istilah “ religion” dalam bahasa Inggris Bozman (Anshari, 1979) mengemukakan bahwa agama dalam arti luas merupakan suatu penerimaan terhadap aturan-aturan dari suatu kekuatan yang lebih tinggi, dengan jalan melakukan hubungan yang harmonis dengan realitas yang lebih agung dari dirinya sendiri, yang memerintahkan untuk mengadakan kebaktian, pengabdian , dan pelayanan yang setia.
Agama bertolak dari adanya suatu kepercayaan terhadap sesuatu yang lebih berkuasa, lebih agung, lebih mulia dari manusia, dan dianggap sebagai pencipta manusia dan jagad raya ini. Agama berhubungan dengan masalah ketuhanan, dimana manusia yang mempercayainya harus menyerahkan diri kepada-Nya, mengabdikan diri sepenuhnya, karena manusia mempercayai keabadian dalam hidup ini.
Randall dan Buchler (1942) mengemukakan bahwa ada dua bentuk agama, yaitu :
1.      Religion identified with belirf in the supernatural
2.      Religion identified with faith
Pertama, agama diidentifikasikan dengan kepercayaan terhadap supernatural. Secara popular agama diartikan sebagai kepercayaan terhadap Tuhan, yaitu suatu kehidupan yang supernatural
Kedua, agama diidentifikasikan dengan kepercayaan atau dengan keyakinan. Keyakinan agama mencerminkan keyakinan atau kepercayaan yang berlangsung diluar apa yang telah kita alami pada masa silam atau yang akan kita alami pada masa yang akan datang. Defenisi ini dibuat untuk memasukkan kedalam lingkup agama, hal-hal yang menyangkut “agama tentang pengetahuan”, “agama tentang komunikasi”, metode ilmiah dan cita-cita politik dengan kepercayaan yang mendominasi kehidupan intelektual.

2. Ciri-Ciri Agama
Dalam agama sekurang-kurangnya terdapat 4 ciri antara lain:
a. Adanya kepercayaan terhadap yang maha gaib, maha suci, maha agung, sebagai pencipta alam   semesta
b. Melakukan hubungan dengan hal-hal diatas, dengan berbagai cara. Seperti misalnya dengan mengadakan upacara-upacara ritual, pemujaan, pengabdian dan sebagainya. Dalam islam melakukan hubungan dengan maha pencipta, dengan mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai awal pengakuan bahwa Allah sebagai Rab dan Muhammad sebagai Rasul-Nya, melaksanakan salat lima waktu, melaksanaka puasa, membayarkan zakat bagi yang sudah nisab, melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu.
c. Adanya suatu ajaran (doktrin) yang harus dijalankan oleh setiap penganutnya. Dalam islam doktrin itu terdiri dari tiga aspek yaitu iman, islam, dan ihsan.
d. Menurut pandangan islam, bahwa ajaran atau doktrin tersebut diturunkan oleh Rab tidak langsung pada setiap manusia, melainkan melalui nabi-nabi dan rasul-rasul-Nya sebai orang-orang suci.
            Pengetahuan dan kebenaran agama dapat dijadikan sumber untuk menyusun teori-teori dalam setiap aspek kehidupan. Pengetahuan dan kebenaran agama yang berisikan kepercayaan dan nilai-nilai kehidupan, dapat dijadikan sumber dalam menentukan tujuan dan pandangan hidup manusia. Serta samapai pada perilaku manusia itu sendiri. Pengalam agama bukanlah suatu pengalaman yang bersifat teoritis, melainkan merupakan penghayatan yang mendalam tentang manusia dengan Tuhannya, serta pengalaman semua yang telah digariskan oleh/ dalam agama tersebut.

3. Manfaat Agama bagi Manusia
Menurut Hocking (1946) , agama merupakan obat dari kesulitan dan kekuatiran yang dihadapi manusia, sekurang-kurangnya meringankan manusia dari kesulitan. Agama merupakan pernyataan pengharapan manusia da dunia yang besar, karena ada jalan hidup yang benar yang perlu ditemukan. Agama menjadi suatu lembaga yang bersemangat untuk memperoleh kehidupan yang baik, dan merenungkannya sebagai suatu tuntutan kosmis.
Agama dapat menjadi petunjuk, pegangan serta pedoman hidup bagi manusia, dalam menempuh hidupnya dengan harapan penuh keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan. Manakala manusia menghadapi masalah yang rumit dan berat maka timbullah kesadarannya, bahwa manusia merupakan mahluk yang tidak berdaya untuk mengatasinya, dan timbulnya kepercayaan dan keyakinan, bahwa yang dapat menolong dan menenangkan hidupnya hanyalah Rab Yang Maha Kuasa, Yang Maha Agung, Pencipta sekalian alam.


Persamaan dan perbedaan Filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu pengetahuan, Pengetahuan, Sains Biologi dan Agama

Persamaan
Perbedaan
Metode
Filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan: Mengeksplorisasi akal budi secara radikal (mengakar) dan integral (menyeluruh) serta universal dan unsure logikanya.
Ilmu Pengetahuan, Biologi, Pendidikan Biologi: Penyelidikan, pengalaman, percobaan, observasi (metode ilmiah)
Pengetahuan: Pemahaman mendasar dan terbatas yang belum mendalam.
Agama:  Mempelajari kitab suci atau Firman Allah.
Sifat Kebenaran
Filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi, dan Pendidikan Biologi:
Memiliki kebenaran yang bersifat nisbi (relatif)
Agama: Memiliki kebenaran mutlak (absolut)
Kebenaran
Filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan: Spekulatif (dugaan yang tidak dapat dibuktikan secara empiris, riset dan eksperimen)
                                           Ilmu Pengetahuan, Biologi, Pendidikan Biologi:
Positif (dapat dibuktikan secara empiris, riset dan eksperimen)

Agama: Memiliki kebenaran mutlak (absolut)

Faktor/Motivasi

Filsafat, Filsafat Ilmu Pengetahuan, Ilmu Pengetahuan, Pengetahuan, Biologi, Pendidikan Biologi: Dimulai dengan sangsi/tidak percaya dan rasa ingin tahu yang besar.

Agama: Dimulai dengan sikap percaya dan iman

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar